Jumat, 10 Maret 2017

Tuhan Menyediakan

kali ini saya akan bersaksi tentang bagaimana Tuhan bekerja dalam kehidupan rumah tangga kami. Sekalipun Tuhan tidak pernah meninggalkan kami, Ia selalu menyediakan apa yang kami butuhkan. kalau di entri sebelumnya saya bersaksi tentang cara Tuhan yang unik untuk memberkati kami saat motor kami yang rusak. Sekarang saya ingin bercerita tentang Tuhan yang selalu menyediakan setiap apa yang kami perlukan.

Saya dan suami melangsungkan pemberkatan nikah pada tahun 2014. waktu itu kami tidak mempunyai apa-apa untuk membangun bahtera rumah tangga, yang kami punya hanya Yesus. bahkan kami menjual motor kami yang masih kredit (oper kredit) guna membeli cincin kawin. Puji Tuhan, kami tidak meninggalkan hutang setelah syukuran pernikahan kami. kami memang melangsungkan pernikahan secara sederhana. tidak perlu gedung bahkan tratak. undangan pun hanya melalui ucapan bibir kami, dan Tuhan sendiri yang bekerja memenuhi apa yang kami perlukan saat pernikahan. Hanya bermodalkan Rp 3.000.000,00 (hasil jual motor). Rp 1.500.000,00 untuk beli cincin, sekitar Rp 500.000,00 untuk beli snack bagi para tamu di gereja. Rp 1.000.000,00 untuk rias sekeluarga dan untuk biaya konsumsi, Tuhan pakai kakak saya untuk memberkati sementara. Setelah pesta usai mujizat 5 roti dan 2 ikan terjadi. saya dan suami tidak meninggalkan hutang namun ada sisa yang Tuhan beri dan kami gunakan untuk awal kehidupan baru kami.

hari berganti hari, kami yang tidak punya motor boleh terberkati oleh teman suami. dia dengan sukacita meminjamkan motor untuk kami gunakan hingga kami bisa membeli motor yang baru. motor yang dipinjamkan kepada kami adalah motor gadaian, ketika tiba waktunya, motor akan diambil dan mujizat Tuhan kembali terjadi. Tuhan menyediakan tepat pada waktunya. ketika kami membeli motor bekas, teman suami saya langsung menelepon bahwa motor yang kami pinjam sudah harus dikembalikan.

Selasa, 21 Februari 2017

Cara Tuhan diluar dugaan

kali ini saya akan berbagi cerita bagaimana Allah menolong keluarga kami dengan cara yang unik.

Saya bukan pribadi yang terlahir dikeluarga kaya, saya juga tidak menikah dengan orang kaya. hidup kami berdua sangatlah nyaman. Bangun pagi, duduk di teras bersama suami sambil minum teh dan makan pisang goreng ditambah mendengarkan langsung kicauan merdu burung peliharaan suami saya, hmmmmmm. bagi saya hal itu adalah surga walaupun didompet hanya ada uang 10rb rupiah. kami tidak pernah pusing atau bingung akan apa yang kami pakai dan akan apa yang kami makan. Bagi saya semua sudah disediakan TUHAN sebelum Ia menciptakan saya.

Sampai suatu hari satu-satunya motor yang kami miliki mengalami kerusakan dan harus turun mesin. saya tau itu bukan perkara mudah bagi kami, kami membutuhkan uang extra untuk hal tsb dan itu tidak murah. saya ingat waktu itu hari Sabtu dan saya hanya bertanya kepada suami "butuh dana berapa untuk memperbaiki motor?" lalu suamiku menjawab "kira-kira 500rb". Dengan yakin dan iman yang kuat saya berkata "OKE. besok Senin langsung dibawa ke bengkel". padahal waktu itu uang yang ada didompet kami hanya 200rb.
Saya lebih memilih untuk berserah kepada TUHAN dibandingkan dengan berusaha mencari pinjaman 300rb sebagai tambahan.

Apa yang terjadi......................????????????????????????????????????????????????????

Hari Sabtu itu juga (malam minggu) Suami minta ijin keluar nongkrong di rumah teman. hingga larut malam, ia belum pulang juga. ditambah hujan deras sekali.... perasaanku pun tambah tak karuan. Dalam hati hanya bertanya... Jangan..........jangan................ (pokoknya pikiran buruk).
Akhirnya saya meneleponnya..........
mama    : "halo pa... kok belum pulang? disini sudah terang"
papa      : " belum bisa pulang ma... masih hujan deras. dan masih sibuk..........."
(dalam hatiku, sibuk ngapain....?????)
mama   : "memang kenapa kok sibuk?"
papa     : "motornya kelongsoran pondasi"
mama   : "lha kok bisa?"
papa     : "nanti tak ceritain, tapi kalau motonya tidak bisa keluar, malam ini aku nginep sini ya ma..?"
mama   : "oke, ya dah papa ati2 kalau pulang, kalau nggak skalian pulang besok pagi aja. pintu mama                kunci ya..?"
papa    : "ya."

di situlah Allah bekerja. ketika Minggu pagi suami pulang, kami langsung mengobrol dan dia cerita bahwa pemilik rumah yang pondasinya roboh dan mengenai motor suami saya mau bertanggung jawab. bahkan mengganti semua mesin dan pirantinya dengan suku cadang yang baru.

Saya sangat mengerti bahwa kekuatiran tidak menambah apapun, dengan berserah dan percaya bahwa God will help us kita akan melihat perbuatan tanganNya yang ajaib. Kami tidak jadi mengeluarkan uang 500rb untuk turun mesin, melainkan semuanya diganti dengan yang baru.

Thank's GOD